MUSIM HUJAN SAMARINDA
tgl 27 oktober 2016, samarinda dilanda hujan deras, sepanjang jalan banjir.
Hari itu saya melaju ke Kota Beriman Balipapan, ada acara resepsi keluarga, brangkat jam 7 pagi, jemput dulu kakak ipar bersma sama istrinya, saya bawah anak satu dan cucu satu.
Sekitar jam setegah 9 kita melaju ke Balipapan dengan kecepatan biasa aja, yang nyupir kakak ipar saya, sebelum sampai masjid Al Makruf berhenti sebentar menunggu anak saya ke 4 yang mengantarkan jilbab saya ketingalan.
Sekitar 3 jam lewat kita sampai bandara Balipapan untuk sekalian menjemput suami dari Jakarta, hoo sekalian suami ikuta acara resepsi kelaurga di Balipapan. Disnaa berkumpul dengan keluarga dari Bontang, Sangatak, samarinda, Balipapan.
Seneng banget si dedek Al dibawah jalan jalan, padahal awalnya saya khawatir dianya mabuk dan cerewet di snaa, ternyata dianya malah girang banget.
Habis makan makan kita pamit pulangan, berjejer keluarga salim bersaliman sayangnya ngak sempat ft ft karena batrai hpnya habis.
Ah langsung lelaju menuju Samarinda, dan berhenti di rumah makan Tahu Sumedang. Habis makan makan nasi goreng sepecial dan girengan tahu serta minumnya klapa muda, makyus tenan rasanya.
Di pwrtengahan bukit suharto udah mulai rintik rintik, eh laju mobil si abi ini yang nyupiri ternyata dedek al mabuk darat, ia muntah muntah dan nangis minta turun dari kendaraan. Si mb Dilannya tersimbah muntah dedek Al. Mobil terhenti sejenak di pinggir jalan raya untuk bersihkan kotoran muntah dedek Al nya.
Dijalan mulai lah hujan lebat dan banjir dimana mana, ada guntur dan kilat pula menyambar pepohonan. Sesampai Samarinda ternyata banjir mangkin tinggi.
Ada musibah longsor pula di suwandi 1 korban 12 motor yang tertimbun tanah. Disana tempat anak anak kos akhawat semuanya. Alhamdulillah tidak memakan korban jiwa.
Hujan semangkin menjadi dan banjir pun tambah meninggi hingga rumah anak sy yang ada di Sempaja pun terendam tinggi air hujan.
Apa ini bertanda bahwa laknat Allah?
Karena si Gubenur melarang warga samarinda ikut demo membela Agama dan Ayat suci kita?
Semoga pak Gubenur dapat hidayah dan tobat pak.