Bismilah, Allahu Akbar.
Berangkat Aksi 212.
Janji Allah itu sangat nyata!
True story.
Sejak tanggal 27 yang lalu saya cari tiket, semua tidak bisa ketika dimasukkan nama saya sesuai KTP. Ada apa? Ternyata diblokir penerbangan hanya untuk nama MA. Muazar Habibi. Mau beli dengan nama yang lain tentu nanti masuk bandara tidak akan bisa cek in sebab harus menunjukkan KTP.
Ya sudah, saya menunggu saja. Kemudian setelah asa kesepakatan Kapolri dengan MUI baru bisa beli tiket. Namun ternyata dapat sore hari dan saya lihat jadwal kerja saya rasanya tidak mungkin sebab sampai jam 13.00 masih harus evaluasi pejabat eselon II Lombok Tengah dan lanjut jam 13.30 kegiatan PLPG guru PAUD.
Hampir tidak jadi berangkat. Kemudian saya minta om Ubaid Dillah mencari tiket baru. Alhamdulillah dapat malam ini.
Subhanallah, ketika mau berangkat ada telp masuk.
"Assalamu'alaikum, bapak dimana?"
(Saya) ini sudah akan berangkat.
Bisa bertemu pak, ini ada honor Tim Ahli DPRD Kota Mataram.
(Saya) Subhanallah, kalau begitu kita ketemu di depan Korem Lingkar Selatan.
Kemudian saya belok arah sebelum ke bandara bertemu staf DPRD Kota Mataram sambil memberikan beberapa amplop dan tandatangan.
InsyAllah sebagian rizki ini untuk infak kafilah 212 yang lain besok 212.
Ya Allah ya Karim ya Rahman. Rizki untuk jalan da'wah dan memperjuangan Islam itu mengalir dari berbagai penjuru. Kemudahan itu begitu nyata dijalan da'wah.
Saya yakin saudaraku yang akan berjihad di jalan Allah juga mengalami hal yang sama. Rizki itu akan datang dari mana saja jika kita niatkan diri kita untuk membela Islam.
Allahu Akbar. Sampai bertemu di Jakarta.
Diatas adalah kisah adik kandung saya, masyaAllah terharu dan meleleh air mata ini
Semoga Allah memberikan kesehatan hingga sampai tujuan dan pulang kembali, ya Allah . . Ya Robb . . .lindungilah beliau bersma pejuang pejuang agamamu disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar