Awal mulanya sebagai penjahid yang super, hari hari saya lalui dengan kesibukan rumah tangga dan menjahid, serta kesibukan merawat buah hati yang masih kecil kecil, yes, saya memilih sebagai penjahid karena bekerja di rumah dan bisa pantau buah hati dengan leluasa, merawat mereka penuh kasih sayang dan cinta.
Pekerjaan itu saya kerjakan diwaktu senggang setelah semua kerjaan rumah selesai, malam pun suntuk terkadang selesaikan menjahid hingga pukul 5 pagi, lanjut setelah itu pula persiapkan bekal anak anak masuk sekolah, jam 7 pagi lanjut mengantarkan anak anak sekolah, terkadang sambil bawah bayi. Hebatnya mengantarkan anak 2 dan bawah bayi menyusuri bukit dengan motor buntut yang tiba tiba mati sendiri di tegah perjalanan, pengalaman yang sering saya alami ban pecah di antara naik bukit jalan raya, si dua anak saya suru turun dari motor, yang gede dorong saya dari belakang agar saya bisa melalui bukit bersama tiga buah hati ku, pegel yo pegel, kringat ya bercucuran hingga games yang saya pakai basah kuyup, nafas pun terengah enggah dada sesak gitu, kita tetap teruskan perjalanan hingga menemukan tukang tambal bal di bawah bukit tersebut. Lega rasa nya . . ,
Pulang dari antar anak anak persiapkan untuk memasak dan menjemur cucian, semuanya terkadang ku kerjakan di malam hari ketika anak anak udah pulas tidurnya, hidup tanpa kodimat, semuanya di kerjakan sendiri, yaaa terkadang pula terkendala dan rumah ambur adul dengan sisah sisah guntingan kain, serta bercampur pula mainan anak anak yang suka ikut ngunting kain kain sisa sisa menjahid. Wis saya kerjakan semuanya setelah menidurkan si kecil. Bagai robot emak super woman kali ini hehe.
Lama lama profesi sebagai menjahid bisa juga membosankan, banyak duduk, hingga lupa minum makan, menjadikan diriku lupa menjaga kesehatan, bak seorang pemborong karena harus selesaikan jaid itu harus jadi jam, hari yang di tentukan pelanggan, naaah ini yang paling membuat saya mulai luntur sebagi penjahid. Nah lama lama juga terhenti sebagai penjahid ketika saya mulai ngidam yang tak bisa bangun hingga 6 bulan.
BERGANTI PROFESI KECANTIKAN
Kesehatan tak terurus, lupa minum air putih banyak banyak, makan sering lupa karena sibuk menjahid, tak lama kemudia saya sakit ginjal dan infeksi kemih, sakitnya tu di sini 😢😢 saya berusaha bangkit dari sakit, nggak juga mampu berdiri sendiri, saya merangkak ke tempat tidur me unggu suami datang dari ngajar, sore datanglah suami bergegaslah saya diangkut ke rumah sakit untuk prikasa lebih detail penyakit apa yang derita. Satu hari hasil laboratorum keluar, di nyatakan sakit ginjal dan infeksi kandung kemih. Satu minggu lebih saya tidur makan di rumah sakit, terasa juga bosan, hanya bisa baring di tempat tidur dan tangan tertusuk jaru impus. 😢 kesel juga rasanya mandi nggak bisa, jalan nggak puas hehe
Setelah sembuh dari sakitnya terhenti pula menjahidnya untuk pelanggan tercinta. Selama kurang setahun saya ikutan training atau khursus kecantikan, mencari ilmu disana sambil merintis usaha baru. Ternyata lebih nyaman berkutik dengan kecantikan.
Pinginya dengan banyak usaha tapi danannya belum mencukupinya. Ya nunggu pak boss nya deh 😁.
Ketika si cucu anak kedua lahir, saya istirahat kerja di usaha salon ini, semuanya saya pasrahkan ading aja. Saya hanya di belakang nya soalnya saya harus merawat si cucu karena mama nya lagi selesaikan study nya kedokteran.
Sejak sekarang saya pilih istifahat agar bisa mengawasi si cucu dengan baik. Punya rencana jika si kecil udah sekolah buka lembali usaha yang lebih baik, semoga semuanya bisa lancar dan barokah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar